Health Promoting University – Universitas Muhammadiyah Surakarta (HPU UMS)
Derajat kesehatan masyarakat merupakan hal penting bagi semua orang termasuk lembaga perguruan tinggi. Perguruan tinggi memiliki nilai dan potensi untuk berkontribusi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini mengingat peran Perguruan tinggi yang potensial sebagai pelaku utama pembangunan, tempat untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan inovatif, agent of change, advokasi program dan berperan dalam pengembangan kebijakan pemerintah.
Menjawab tantangan tersebut, mulai Oktober 2021. Universitas Muhammadiyah Surakarta bersama Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) dan juga Universitas Gajah Mada melakukan kerjasama dalam Pengembangan Kampus Sehat dengan program yang diberi nama Health Promoting University atau disingkat dengan nama HPU.
Sebagai sebuah perguruan tinggi dengan 63 program studi yang unggul pada jenjang Strata 1, Strata 2 hingga Strata 3, Universitas Muhammadiyah Surakata memiliki asset baik dari sumber daya manusia serta infrastruktur yang sangat memadai dalam menjamin terciptanya masyarakat kampus yang sehat. Kampus sehat bertujuan menjadikan masyarakat yang terdiri dari mahasiswa, dosen, karyawan, masyarakat umum serta komponen pendukung lainnya menjadi sehat secara menyeluruh, melalui aktivitas yang difokuskan pada pencegahan, edukasi, dan promosi kesehatan.
Terdapat delapan divisi yang dibentuk dalam rangka menunjang tercapainya program tersebut.
Pertama, DIVISI LITERASI KESEHATAN dengan program unggulan pengembangan program edukasi dan promosi Kesehatan.
Kedua, DIVISI AKTIVITAS FISIK & LINGKUNGAN KERJA SEHAT, AMAN, DISABLE FRIENDLY”. Dengan kegiatan utama pengendalian, pemantauan dan pengawasan terkait dengan keselamatan dan keamanan aktivitas di dalam kampus. Disamping itu, divisi ini juga melakukan pengembangan kebijakan, prosedur, regulasi dan pedoman untuk pengendalian resiko sesuai progam health promoting university.
Ketiga, DIVISI POLA MAKAN SEHAT dengan agenda utama melakukan bimbingan di bidang gizi, makanan dan dietetik serta pengamatan, penyusunan program, pelaksanaan, penilaian gizi.
Keempat. Divisi Kesehatan mental. Kesehatan menyeluruh bukan hanya menyasar pada Kesehatan jasmani semata, namun juga kualitas mental. Divisi ini secara khusus melakukan pembinaan, pendampingan, serta pencegahan, dan pemulihan pada kasus kesehatan mental masyarakat kampus.
Kelima, DIVISI PENYIAPAN SARPRAS DAN FASILITAS MEDICAL CHECK UP. Ketersediaan sarana dan prasarana medical check up sangat dibutuhkan dalam rangka menyukseskan program health promoting university. Divisi ini mempunyai tanggung jawab untuk melakukan analisa kebutuhan, penyediaan, pengelolaan serta pemeliharaan asset yang terkait dengan medical check up.
Keenam, DIVISI ZERO TOLERANCE. Penyalahgunaan tembakau, alkohol, obat-obatan terlarang menjadi isu yang sentral saat ini. Untuk itu, Program health promoting university ini berupaya semaksimal mungkin dalam rangka membangun atmosfer semarak kegiatan anti penyalahgunaan narkoba di kampus, membentuk kader anti narkoba yang akan menjadi motor penggerak dalam menciptakan kampus yang bersih dari penyalahgunaan narkoba serta menciptakan atau membuat kegiatan pencegahan di lingkungan kampus.
Ketujuh, DIVISI PERUNDUNGAN, KEKERASAN, PELECEHAN SEKSUAL, DAN KESEHATAN REPRODUKSI. Divisi ini mempunyai tugas utama yakni melakukan upaya pemetaan, pengendalian dan penanganan dengan membuka pusat pengaduan perundungan, kekerasan dan pelecehan seksual untuk memberikan bimbingan, konsultasi, dan pendampingan. Tidak hanya itu, divisi ini juga bertanggung jawab dan penyusunan panduan dan pengenalan terkait kesehatan reproduksi serta risiko penyakit kesehatan reproduksi.
Kedelapan, DIVISI DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DAN PENYAKIT TIDAK MENULAR. Salah satu permasalahan Kesehatan yang dihadapi UMS dalam bidang kesehatan adalah trend meningkatnya jumlah staf yang menderita sakit bahkan sampai meninggal dunia karena penyakit tidak menular yang disebabkan oleh gaya hidup. Data dari klinik Muhammadiyah Medical Center (MMC) UMS menunjukan bahwa selama April – September 2021, tiga dari sepuluh penyakit terbanyak yang dialami civitas akademika UMS adalah hipertensi, kolesterol tinggi, dan Diabetes mellitus (DM). Untuk itulah, divisi ini berupaya melakukan komunikasi, edukasi, dan informasi terkait deteksi dini dan pencegahan penyakit menular dan penyakit tidak menular serta pengembangan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk deteksi dini dan pencegahan penyakit untuk semua kalangan civitas akademika.
